4 Saham Prajogo Terbang Lagi, Sayang BREN Gak Ikutan

Prajogo Pangestu. (Dok: Forbes)

Mayoritas emiten Prajogo Pangestu terpantau bergairah pada perdagangan sesi I Selasa (28/5/2024), dan kembali turut menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini.

Per pukul 10:33 WIB, keempat saham Prajogo terpantau melesat dari 1% hingga 6% lebih. Namun sayangnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tidak ikut melesat karena sedang disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sedangkan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi yang paling kencang penguatannya pada sesi I hari ini, yakni melejit 6,92% ke posisi Rp 8.500/unit.

Sementara untuk saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling minor penguatannya pada sesi I hari ini, yakni melesat 1,98% menjadi Rp 9.025/unit. Meski begitu, TPIA menjadi salah satu penopang atau movers IHSG yakni mencapai 7,2 indeks poin.

Berikut pergerakan empat saham emiten Prajogo pada sesi I hari ini.

Emiten Kode Saham Harga Saham Terakhir Perubahan Hari ini
Petrosea PTRO 8.500 6,92%
Petrindo Jaya Kreasi CUAN 7.600 4,83%
Barito Pacific BRPT 1.105 2,31%
Chandra Asri Pacific TPIA 9.025 1,98%

Sumber: RTI

Hampir sebulan terakhir, saham-saham Prajogo, terutama BREN dan TPIA menjadi penopang IHSG. Namun pada hari ini, hanya TPIA yang menjadi movers.

Kembali bergairahnya saham-saham Prajogo terjadi di tengah kabar bahwa saham BREN resmi masuk ke dalam FTSE Global Equity Index, large cap periode Juni 2024.

FTSE Global Equity Index merupakan indeks bergengsi yang digunakan oleh para investor dalam mengambil keputusan investasi. Indeks ini mencakup total 19.000 perusahaan publik dengan market cap besar, menengah, kecil dan mikro di 49 negara termasuk emerging market.

Namun sayangnya, saham BREN kemudian langsung disuspensi oleh BEI. Sebelumnya saham BREN juga disuspensi BEI pada perdagangan 3 Mei 2024 akibat terjadi peningkatan harga kumulatif yangsignifikan, sehingga suspensi BREN pada hari ini menjadi yang kedua kalinya pada tahun ini.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BREN di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan 27 Mei 2024 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis pengumuman BEI, ditulis Senin (27/5/2024).

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memerhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Sepanjang tahun ini, saham BREN sudah melejit hingga 50,5%. Bahkan kini, BREN menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terjumbo di Indonesia, yakni mencapai Rp 1.505,09 triliun.

Tetapi, proyeksi masuknya BREN ke dalam FTSE Global Equity Index masih dapat berubah, seiring FTSE masih dapat merevisi komposisi saham hingga penutupan perdagangan 7 Juni mendatang.

FTSE Russell mengumumkan rebalancing indeks FTSE Global Equity Series dengan memasukkan BREN. Akan tetapi, perubahan ini baru akan berlaku per penutupan Jumat, 21 Juni 2024 dan efektif pada Senin, 24 Juni 2024.

Sedangkan untuk saham TPIA, sebelumnya resmi masuk ke dalam indeks MSCI Global Standard pada rebalancing 15 Mei 2024 yang akan berlaku efektif pada 1 Juni 2024.

Berbeda dengan BREN yang berpotensi masih berubah atau tidak jadi masuk FTSE, saham TPIA sudah dapat dipastikan masuk karena pengumuman rebalancing MSCI sudah tidak dapat diubah kembali atau direvisi.

kadobet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*